BAB II - YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH

 


A. Kerajaan Allah sebagai Pokok Pewartaan Yesus

Dalam seluruh karya pelayanan-Nya, Yesus selalu menempatkan Kerajaan Allah sebagai inti pewartaan-Nya. Ketika Yesus mulai berkarya di tengah masyarakat, pesan pertama yang Ia sampaikan adalah ajakan untuk bertobat karena Kerajaan Allah sudah dekat.

Kerajaan Allah yang dimaksud oleh Yesus bukanlah kerajaan yang bersifat duniawi atau kekuasaan politik. Kerajaan Allah adalah keadaan di mana Allah berkuasa dalam kehidupan manusia dan manusia hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Kerajaan Allah hadir ketika manusia hidup dalam kasih, kebenaran, keadilan, dan damai sejahtera.

Pada masa itu, banyak orang Yahudi menantikan Mesias yang akan mendirikan kerajaan yang kuat secara politik dan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa lain. Namun Yesus justru memperkenalkan pemahaman yang berbeda tentang Kerajaan Allah. Ia menekankan bahwa Kerajaan Allah bukanlah tentang kekuasaan atau kekuatan duniawi, melainkan tentang perubahan hati dan kehidupan manusia.

Kerajaan Allah mulai hadir ketika manusia mau membuka diri terhadap kasih Allah dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hal ini berarti bahwa Kerajaan Allah tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi juga tentang kehidupan manusia saat ini.

Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai peristiwa, seperti ketika orang yang sakit disembuhkan, orang berdosa diampuni, orang yang menderita dihibur, dan mereka yang tersingkirkan diterima kembali dalam kehidupan masyarakat.

Dengan cara ini, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah membawa harapan baru bagi manusia. Kerajaan Allah mengajak manusia untuk membangun kehidupan yang lebih baik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kasih, keadilan, dan perdamaian.

Namun untuk dapat mengalami Kerajaan Allah, manusia perlu memiliki sikap hati yang terbuka dan bersedia bertobat. Pertobatan berarti berani meninggalkan cara hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan berusaha menjalani hidup yang lebih baik.

Yesus juga mengajarkan bahwa Kerajaan Allah berkembang secara perlahan tetapi pasti, seperti benih kecil yang tumbuh menjadi pohon besar. Oleh karena itu, setiap orang dipanggil untuk mengambil bagian dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, pewartaan tentang Kerajaan Allah dapat diwujudkan melalui berbagai sikap, seperti:

  • Hidup dalam kasih dan kepedulian terhadap sesama.

  • Mengusahakan keadilan dan perdamaian dalam masyarakat.

  • Menghindari sikap egois dan mementingkan diri sendiri.

  • Bersedia bertobat dan memperbaiki diri.

  • Menghidupi nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami Kerajaan Allah sebagai pokok pewartaan Yesus, umat beriman diajak untuk semakin menyadari bahwa kehidupan beriman tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga dengan usaha untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.


B. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan

Dalam karya pewartaan-Nya, Yesus sering menggunakan perumpamaan sebagai cara untuk menyampaikan ajaran tentang Kerajaan Allah. Perumpamaan adalah cerita sederhana yang diambil dari kehidupan sehari-hari, tetapi memiliki makna yang lebih dalam mengenai kehidupan rohani dan hubungan manusia dengan Allah.

Yesus menggunakan perumpamaan karena cara ini lebih mudah dipahami oleh orang banyak. Pada zaman Yesus, sebagian besar orang adalah petani, nelayan, atau pekerja sederhana. Oleh karena itu, Yesus sering mengambil contoh dari kehidupan mereka, seperti tentang benih, ladang, pohon, ikan, atau keluarga. Dengan cara ini, orang dapat lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus.

Melalui perumpamaan, Yesus mengajak orang untuk merenungkan makna yang lebih dalam dari cerita tersebut. Perumpamaan tidak selalu memberikan jawaban secara langsung, tetapi mendorong orang untuk berpikir dan menyadari sendiri pesan yang terkandung di dalamnya.

Ada banyak perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus untuk menjelaskan tentang Kerajaan Allah. Beberapa di antaranya adalah perumpamaan tentang penabur benih, biji sesawi, ragi dalam adonan, anak yang hilang, dan orang Samaria yang baik hati. Setiap perumpamaan memiliki pesan yang membantu manusia memahami bagaimana Kerajaan Allah bekerja dalam kehidupan.

Misalnya, dalam perumpamaan tentang biji sesawi, Yesus menggambarkan bahwa Kerajaan Allah seperti biji kecil yang kemudian tumbuh menjadi pohon besar. Hal ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah mungkin tampak kecil dan sederhana pada awalnya, tetapi akan berkembang menjadi sesuatu yang besar dan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Dalam perumpamaan tentang ragi, Yesus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah bekerja secara perlahan namun pasti, seperti ragi yang membuat seluruh adonan mengembang. Artinya, nilai-nilai Kerajaan Allah dapat mengubah kehidupan manusia sedikit demi sedikit hingga membawa perubahan yang besar.

Melalui perumpamaan tentang anak yang hilang, Yesus ingin menunjukkan betapa besar kasih dan pengampunan Allah kepada manusia. Allah selalu membuka pintu bagi siapa saja yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya.

Perumpamaan-perumpamaan Yesus juga sering menantang cara berpikir manusia. Kadang-kadang pesan yang disampaikan Yesus berbeda dengan cara pandang masyarakat pada zamannya. Melalui cerita-cerita tersebut, Yesus mengajak manusia untuk melihat kehidupan dengan cara yang baru, yaitu dengan sudut pandang kasih Allah.

Dengan menggunakan perumpamaan, Yesus tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi juga membantu orang memahami pesan Kerajaan Allah melalui gambaran yang dekat dengan kehidupan mereka. Hal ini membuat ajaran Yesus tetap relevan dan mudah dipahami hingga sekarang.

Dalam kehidupan sehari-hari, pesan yang terdapat dalam perumpamaan Yesus dapat diwujudkan melalui berbagai sikap, seperti:

  • Mau merenungkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Bersedia belajar dari pengalaman hidup untuk memahami kehendak Tuhan.

  • Mengembangkan nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian terhadap sesama.

  • Menyadari bahwa kebaikan kecil dapat membawa perubahan besar.

  • Menghidupi ajaran Yesus dengan sikap rendah hati dan terbuka.

Dengan memahami perumpamaan-perumpamaan Yesus, umat beriman diajak untuk semakin mengerti makna Kerajaan Allah serta berusaha mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.


C. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Tindakan dan Mukjizat

Selain melalui pengajaran dan perumpamaan, Yesus juga mewartakan Kerajaan Allah melalui tindakan nyata dan berbagai mukjizat. Mukjizat yang dilakukan oleh Yesus bukan sekadar untuk menunjukkan kehebatan atau kekuasaan-Nya, tetapi merupakan tanda bahwa Kerajaan Allah sungguh hadir di tengah manusia.

Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena kuasa Allah. Dalam Kitab Suci, mukjizat Yesus menunjukkan kasih Allah yang nyata bagi manusia, terutama bagi mereka yang menderita, sakit, miskin, atau tersingkirkan dari masyarakat. Melalui mukjizat-mukjizat tersebut, Yesus ingin menunjukkan bahwa Allah peduli terhadap kehidupan manusia dan ingin memulihkan mereka dari berbagai penderitaan.

Dalam Injil diceritakan bahwa Yesus melakukan banyak mukjizat. Ia menyembuhkan orang sakit, seperti orang buta yang dapat melihat kembali, orang lumpuh yang dapat berjalan, dan orang kusta yang disembuhkan dari penyakitnya. Yesus juga mengusir roh jahat yang mengganggu kehidupan manusia serta memberikan ketenangan bagi mereka yang mengalami penderitaan.

Selain mukjizat penyembuhan, Yesus juga melakukan mukjizat yang menunjukkan kuasa-Nya atas alam. Misalnya, Ia meredakan angin ribut di danau sehingga para murid yang ketakutan menjadi tenang. Yesus juga memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mukjizat-mukjizat ini menunjukkan bahwa kuasa Allah bekerja melalui diri Yesus.

Mukjizat yang paling menunjukkan kuasa Yesus adalah ketika Ia membangkitkan orang mati, seperti peristiwa kebangkitan Lazarus. Peristiwa ini menjadi tanda bahwa Yesus memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian. Mukjizat-mukjizat tersebut semakin meneguhkan iman banyak orang bahwa Yesus sungguh diutus oleh Allah.

Namun demikian, Yesus tidak melakukan mukjizat untuk mencari popularitas atau pujian dari orang banyak. Ia selalu menekankan bahwa mukjizat yang terjadi adalah karya Allah yang ingin menyelamatkan manusia. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Yesus meminta orang yang disembuhkan untuk tidak menyebarkan berita tentang mukjizat tersebut.

Melalui tindakan dan mukjizat-Nya, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah membawa pemulihan, harapan, dan kehidupan baru bagi manusia. Mukjizat menjadi tanda bahwa kasih Allah lebih kuat daripada penderitaan, penyakit, dan bahkan kematian.

Selain mukjizat, tindakan Yesus sehari-hari juga menjadi pewartaan tentang Kerajaan Allah. Ia makan bersama orang berdosa, berbicara dengan mereka yang dipandang rendah oleh masyarakat, serta memperhatikan orang-orang yang sering diabaikan. Sikap Yesus ini menunjukkan bahwa Kerajaan Allah terbuka bagi semua orang tanpa memandang latar belakang.

Melalui tindakan-tindakan tersebut, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui perbuatan kasih yang nyata. Setiap tindakan yang membawa kebaikan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan tanda hadirnya Kerajaan Allah dalam kehidupan manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, pewartaan Kerajaan Allah melalui tindakan dapat diwujudkan melalui berbagai sikap, seperti:

  • Menolong orang yang sedang mengalami kesulitan.

  • Menunjukkan kepedulian kepada orang sakit atau menderita.

  • Bersikap penuh kasih kepada sesama tanpa membeda-bedakan.

  • Mengusahakan perdamaian dan kebaikan dalam lingkungan sekitar.

  • Menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk membantu orang lain.

Dengan memahami bahwa Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui tindakan dan mukjizat, umat beriman diajak untuk menyadari bahwa iman kepada Tuhan tidak hanya diungkapkan melalui doa atau kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi sesama.

Marcadores:

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget